SIAPKAN TAHAPAN PENDAFTARAN, KPU DEMAK KOORDINASI DENGAN KESBANGPOLINMAS

KPU Demak.Kab (28/09/17). Guna menyiapkan tahapan pendaftaran parpol calon peserta pemilu 2019, KPU Kabupaten Demak hari ini melakukan koordinasi dengan Kantor Kesbangpolinmas setempat. Kegiatan dimaksudkan untuk mendapatkan data parpol yang terdaftar di kantor tersebut untuk diundang pada kegiatan sosialisasi pendaftaran, penelitian administrasi, verifikasi faktual calon peserta pemilu dan tata cara penggunaan sistem informasi partai pollitik (sipol), yang rencananya diselenggarakan senin mendatang.

Divisi Hukum, Logistik dan Keuangan KPU Kabupaten Demak, Moh. Asroni, SH. MH. Menuturkan, hingga hari ini jumlah parpol yang terdaftar di Kabupaten Demak adalah 14 parpol. 12 diantaranya adalah parpol lama atau parpol peserta pemilu 2014, sedangkan yang dua adalah parpol baru.

“ Ada tambahan dua partai baru yang terdaftar di Kantor Kesbangpolinmas. Jadi, keseluruhan parpol yang terdaftar adalah, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, PDI Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Bulan Bintang, Partai Keadilan dan Persatuan, Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Beringin karya,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika dalam waktu dekat ini ada partai baru lagi yang mendaftar di Kantor Kesbangpolinmas, partai-partai tersebut juga akan diundang pada sosialisasi pendaftaran parpol. Untuk itu kepada parpol baru yang berada di wilayah Kabupaten Demak dan berniat mencalonkan diri sebagai peserta pemilu 2019 diharapkan segera memberitahukan keberadaannya kepada Kantor Kesbangpolinmas Demak. (*)

KPU DEMAK SEGERA SOSIALISASIKAN PENDAFTARAN PARPOL

web

KPU Demak Kab.(28/09/17). Tahapan pendaftaran partai politik (parpol) peserta pemilu tahun 2019 dijadwakan tanggal 3-16 Oktober 2017. Sebagai persiapan, KPU Kabupaten Demak akan segera mengadakan sosialisasi pendaftaran, penelitian administrasi, verifikasi faktual calon peserta pemilu dan tata cara penggunaan sistem informasi partai pollitik (sipol). Sosialisasi rencananya diselenggarakan tanggal 2 Oktober 2017, bertempat di Hotel Amantis Demak. Sebagai peserta adalah parpol calon peserta pemilu 2019.

Divisi Hukum, Keuangan dan Logistik KPU Kabupaten Demak, Moh. Asroni, SH. MH menyampaikan, sosialisasi ini sebagai media informasi bagi parpol tentang apa saja hal-hal yang perlu disiapkan jelang pendaftaran sebagai peserta pemilu 2019. Kesiapan parpol ini menjadi penting, karena kelengkapan sejumlah dokumen yang menjadi prasyarat sangat menentukan lolos tidaknya parpol menjadi peserta pemilu 2019.

Dijelaskan Asroni,  pendaftaran parpol peserta pemilu 2019 dilakukan secara sentralistik di KPU RI. Penyerahan dokumen persyaratan sebagai peserta pemilu diserahkan pengurus parpol tingkat pusat kepada KPU RI. Sedangkan pengurus parpol tingkat kabupaten/kota menyerahkan dokumen data anggota kepada KPU kabupaten/kota. “Jadi, ketika pengurus parpol pusat menyerahkan dokumen persyaratan ke KPU RI, pada tanggal yang sama yakni tanggal 3 hingga 16 Oktober 2017, KPU Kabupaten Demak menerima dokumen data anggota parpol tingkat Kabupaten Demak berupa daftar nama by name by address dilengkapi salinan kartu tanda anggota dan salinan e KTP atau surat keterangan kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” terangnya.

Mendasar pada PKPU 11 Tahun 2017 tentang pendaftaran, verifikasi  dan penetapan parpol peserta pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD, lanjut Asroni, penyerahan bukti keanggotaan parpol dan salinan eKTP atau surat keterangan ke KPU kabupaten/kota, untuk hari pertama hingga hari ke tiga belas (tanggal 3-15 Oktober) dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan untuk hari terakhir, dilaksanakan mulai Pukul 08.00 hingga pukul 24.00 WIB. “Kami harapkan rentang waktu empat belas hari ini benar-benar dimanfaatkan maksimal oleh parpol calon peserta pemilu jika ingin menjadi peserta pemilu,” tukasnya. (*)

Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Jateng

11
Ketua KPU Demak menyerahkan Buku Laporan Penyelenggaraan Pilbup Demak 2015 kepada Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah.

Demak (19/04) Komisi A DPRD Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja di Kantor KPU Kabupaten Demak dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2015, kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi A diikuti oleh Anggota Komisi A beserta Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Daftar Pelayanan Informasi PublikK Yang Dilaksanakan PPID Tahun 2015

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik serta Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2014 tentang Standar Layanan dan Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Pemilu, berikut kami sampaikan rekapitulasi jenis informasi yang diminta oleh pemohon informasi publik yang telah kami berikan pada tahun 2015.  (daftar pelayanan informasi publik – 2015.pdf)

123c

Daftar Pelayanan Informasi Publik Yang Dilaksanakan PPID Tahun 2014 oleh KPU Kabupaten Demak

Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik serta Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2014 tentang Standar Layanan dan Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Pemilu, berikut kami sampaikan rekapitulasi jenis informasi yang diminta oleh pemohon informasi publik yang telah kami berikan pada tahun 2014. (download versi pdf)

Rekap PPID 2014 1-12

KPU Kabupaten Demak Peduli Banjir

DSCF8390

KPU Kabupaten Demak menyalurkan bantuan untuk korban banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Demak. Di antaranya adalah Desa Tedunan dan Kedungkarang Kecamatan Wedung, Desa Prampelan dan Purwosari Kecamatan Sayung dan Desa Ketanjung Kecamatan Karanganyar.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Hubungan Antar Lembaga dan Pemantauan KPU Kabupaten Demak, Hastin Atas Asih, SE menyampaikan, kegiatan sebagai wujud kepedulian KPU Kabupaten Demak terhadap warga korban bencana banjir Kabupaten Demak. “Bakti social ini bertujuan membantu meringankan beban para korban banjir dengan menyumbangkan kebutuhan pangan sehingga para korban bisa lebih cepat recovery,” tuturnya.

Hastin menambahkan, bantuan untuk para korban banjir tersebut merupakan penggalangan dana dari penyelenggara pemilu tingkat desa (PPS), kecamatan (PPK), KPU kabupaten Demak beserta secretariat mulai dari tingkat desa. Selain menyalurkan bantuan, moment tersebut juga dimanfaatkan untuk sosialisasi Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD yang akan dilaksanakan pada 9 April 2014 mendatang. “Harapan kami warga juga tahu bahwa sebentar lagi akan dilaksanakan pesta demokrasi. Kami tekankan pula agar mereka menjadi pemilih cerdas dan tidak mudah tergiur iming-iming “sodaqoh” politik dan menggunakan hati nurani ketika menggunakan hak pilihnya,” katanya. (*)

KPU Gencar Sosialisasi Pemilu

DSCF7933Meski hujan mengguyur Kota Wali hamper setiap hari sepanjang Bulan Januari ini, namun tak menghalangi KPU Kabupaten Demak dalam melaksanakan tahapan-tahapan pemilu. Pada kegiatan sosialisasi misalnya, agenda kegiatan tersebut terus saja digencarkan.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Pemantauan dan Hubungan Antar Lembaga KPU Kabupaten Demak, Hastin Atas Asih, SE menyampaikan, sosialisasi penting dilaksanakan untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat sehingga mereka sadar dan bersedia menggunakan hak pilihnya. Dengan begitu, partisipasi masyarakat akan meningkat. Selain itu, sosialisasi juga dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka menjadi pemilih cerdas. “Mengingat pentingnya sosialisasi, apapun kondisinya kegiatan kita laksanakan. Apalagi, agenda Pemilu Legislatif 2014 tinggal 78 hari,” tuturnya.

Hastin menyampaikan, jenis kegiatan sosialisasi pemilu yang dilaksanakan  adalah sosialisasi tatap muka dan non tatap muka. Untuk sosialisasi tatap muka, kegiatan yang dilakukan antara lain pertemuan forum temu warga, sosialisasi kepada pemilih pemula, mahasiswa, ormas, organisasi pemuda, organisasi wanita, dll. Sedangkan sosialisasi non tatap muka kegiatan yang dilaksanakan antara lain, pembuatan press release untuk media, penyampaian informasi pemilu melalui media elektronik dan media social serta pemasangan spanduk.

Tak hanya itu, lanjut Hastin, KPU Kabupaten Demak juga mengkoordinir relawan demokrasi (relasi) yang bertugas menggerakkan masyarakat agar mau menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana dan penuh tanggungjawab. “Relawan demokrasi adalah mitra kami dalam menjalankan agenda sosialisasi dan pendidikan pemilih. Harapannya, para relasi tersebut akan menjadi pelopor demokrasi dalam komunitas-komunitas tertentu, meliputi komunitas perempuan, keagaman, pemula, difable dan marginal,” jelasnya.

Hastin menambahkan, dalam menjalankan tugasnya, relasi melaksanakan sosialisasi, dengan beberapa alternative kegiatan. Diantaranya, mengintegrasikan sosialisasi pemilu 2014 dengan kegiatan komunitas tertentu, melakukan pendekatan kepada pimpinan kelompok sasaran yang selanjutnya sosialisasi dilaksanakan oleh pimpinan kelompok tersebut di komunitasnya, serta menyebarkan informasi melalui media sosialisasi. (*)

Jumlah Pemilih Demak Berkurang 1.085 Pemilih

???????????????????????????????Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Demak pada pemilu Legislatif 2014 hasil penyempurnaan berkurang sebanyak 1.085 pemilih. Jika pada tanggal 29 November 2013 jumlah DPT hasil perbaikan sebanyak 830.453 pemilih, pada 17 Januari 2014 ditetapkan sebanyak 829.368 pemilih, dengan rincian laki-laki 412.923 pemilih, perempuan 416.445 pemilih. Hal tersebut disampaikan Divisi Pemutakhiran Data Pemilih KPU Kabupaten Demak Bambang Setya Budi, S.Pd.I pada acara Rapat Koordinasi Penyempurnaan DPT, Jum’at (17/1).

Acara yang berlangsung di Aula KPU Kabupaten Demak itu dihadiri oleh ketua dan anggota KPU Kabupaten Demak, perwakilan Polres Demak, instansi terkait, partai politik peserta pemilu serta Ketua dan Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Demak.

Bambang menyampaikan, penurunan jumlah pemilih tersebut disebabkan bertambahnya jumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat yang disebabkan antara lain: meninggal dunia, perubahan status (TNI/Polri, pindah domisili), ganda antar kabupaten antar provinsi.” Untuk NIK invalid, hingga saat ini masih menyisakan 29 pemilih. Empat di Kecamatan Wedung, 13 pemilih di luar Kabupaten Demak dan 25 pemilih lainya di Rutan Demak,” terangnya.

Proses pemeliharaan DPT terkait NIK invalid dan pemilih yang tidak memenuhi syarat, terang Bambang, akan berlangsung secara periodic sampai H-14 menjelang pelaksanaan pemilu 2014. Adapun pemilih yang tidak masuk dalam DPT sesuai PKPU No. 9 tahun 2013 akan diakomodasi dalam Daftar Pemilih Khusus. (*)

KPU Demak Evaluasi Kinerja PPK

???????????????????????????????

Komisioner KPU Kabupaten Demak melakukan evaluasi terhadap kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kabupaten Demak. Evaluasi itu dilakukan untuk menilai kinerja dan kemampuan PPK dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemilu di tingkat kecamatan selama tahun 2013.

Ketua KPU Kabupaten Demak, Mahmudi, S.Ag M.Fil.I menuturkan, dalam evaluasi tersebut setiap ketua dan angggota PPK memberikan penilaian terhadap kinerja mereka sendiri dan empat anggota PPK lainnya. Mereka memberikan score dengan skala 1-5 terhadap capaian pelaksanaan individu dan capaian pelaksanaan program yang masing-masing terdiri dari lima instrument. “Dari hasil penilaian instrument tiap anggota PPK tersebut, kita akan merekap hasilnya. Selanjutnya, hasil dari kesemuanya itu akan diambil keputusan apakah Anggota PPK yang bersangkutan akan diperpanjang SK nya, diganti atau dilakukan perekrutan baru, serta menunjuk pengganti PPK pada nomor dibawahnya hasil seleksi beberapa waktu lalu,” jelas Mahmudi.

Jadi pada intinya, lanjut dia, keberlanjutan masa tugas PPK ditentukan oleh mereka sendiri. Karena, baik dan tidaknya kinerja PPK, mereka sendiri yang menilai.

Mahmudi menambahkan, PPK memiliki peran sangat penting dalam keberhasilan penyenggaraan pemilu. Karena itu, anggota PPK dituntut memiliki kemampuan, integritas dan independensi yang tinggi. (*)

Optimis Bisa Bekerja Optimal

DSCF8259Semua tempat adalah sekolah dan semua orang adalah guru. Karena itu dimana pun kita bisa belajar dan semua orang bisa menjadi guru. Prinsip itulah yang dipegang Bambang Setya Budi, S.Pd.I dalam menjalani kehidupan. Karena itu, ketika dia mendapat amanah untuk menjabat  sebagai Anggota KPU Kabupaten Demak periode 2013-2017, Bambang yakin dan optimis bisa bekerja secara optimal.

Alumnus Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang ini menyampaikan, dalam melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilu dia memiliki komitmen untuk mengajak masyarakat Demak menggunakan hak pilih. Sebagai Ketua Divisi Pemutakhiran Data dan Pemilih, komitmen tersebut diwujudkan dengan berupaya melaksanakan proses pemutakhiran data dan pemilih secara akurat, mulai dari tahap penyusunan hingga penetapan sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid.

“Saya akan terus berusaha semaksimal mungkin agar hak pilih masyarakat dalam pemilu tidak hilang. Saya juga akan senantiasa menjaga amanah undang-undang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Pria yang pernah menjabat sebagai Sekjen PMII Jawa Tengah itu.

Suami Munfa’ati, S.Pd.I, MM yang saat ini masih tercatat sebagai Wakil Ketua GP. Ansor Kabupaten Demak ini menyampaikan, pemutakhiran data pemilih merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kejelian dan kesabaran. Mulai dari proses penyajian data, informasi maupun kegiatan pendaftaran pemilih. Namun kesemuanya itu baginnya bukanlah pekerjaan yang harus ditakuti. “Niat tulus dan komitmen kuat mampu menaklukkan tantangan dalam menjalankan tugas ini,” tandas Pria kelahiran Demak ini.

Terlebih jika melihat pengalaman kerja Bambang yang selama ini digeluti. Bapak dua putra ( Tazkia Amalia & Saiva Mi’dal Akbar ) ini, pada tahun 2007 hingga 2011 bekerja sebagai Senior Fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Kudus. Tahun 2012-2013 dia juga menjadi Asisten Koordinator Bidang Community Development PNPM Mandiri Perkotaan Kabupaten Jepara dan Kabupaten Grobogan.

Tak hanya itu, pengalamannya dalam berbagai kegiatan kepemiluan juga semakin memperkuat optimismenya untuk mewujudkan komitmennya. Seperti pengalaman menjadi pemantau pemilu di JAMPPI (Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia) Kota Semarang pada tahun 1999. Selain itu, pengalamannya menjadi Koordinator Komite Independen Pemantau Pemilu Kota Semarang pada tahun 2004. “Sebelumnya saya juga kerap melaksanakan kerjasama dengan beberapa lembaga swadaya masyarakat dan beberapa stakeholder di bidang pendidikan politik masyarakat. Jadi, pemilu bukan hal yang baru bagi saya. Saya akan mengaplikasikan apa yang pernah saya peroleh demi suksesnya penyelenggaraan pemilu di Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Demak khususnya,” jelasnya. (*)

Niat Tulus Menjalankan Tugas

DSCI0387

Kecintaanya terhadap dunia politik telah mengantarkan sosok Jessi Tri Joeni, S.Tr, MM menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Demak. Ayah tiga putra yang memiliki hobi olahraga dan membaca ini, mengaku sangat menikmati tugasnya sebagai penyelenggara pemilu. “Meski banyak tantangan dalam menjalankan tugas ini, namun saya laksanakan dengan enjoy. Dengan cara seperti ini, semua terasa lebih ringan, dan bekerja juga terasa nyaman,” ujarnya.

Pria kelahiran Semarang yang sebelumnya menjadi dosen di sebuah PTS Maritim di Semarang ini menyampaikan, banyak tantangan variatif yang dihadapinya selama menjabat sebagai komisioner KPU kabupaten. Seperti tuntutan kesiapan dalam melaksanakan setiap tahapan pemilu, kecakapan dalam mengurai berbagai persoalan, keberanian dalam mengambil keputusan, serta kemampuan berkomunikasi publik. “Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan dari bidang tugas saya yang sekarang. Jika dulu saya berhadapan dengan mahasiswa, sekarang saya berhadapan dengan berbagai stakeholder yang memiliki karakter berbeda. Ini menjadi tantangan serta  pelajaran yang sangat berharga bagi saya ,”jelas Jessi yang dua periode menjabat sebagai anggota KPU Kabupaten Demak itu.

Jessi mengatakan, dalam menjalankan tugasnya dia selalu menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dan rule of the game yang mana dalam pelaksanaannya mempertimbangkan aspek legalitas, prosedur substansi.

Suami dari Wantini ini menuturkan, niat tulus memberikan sumbangan bagi warga untuk memelihara dan merawat demokrasi di Kota Wali, menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas. Jadi, sesulit apapun tantangannya menjadi mudah apabila didasari dengan niat. (*)

Pemilih Cerdas Menghasilkan Pemimpin Cerdas

Pemilih cerdas, adalah mereka yang tidak terpengaruh dengan iming-iming apa pun untuk menentukan suatu pilihan. Untuk menjadi pemilih cerdas, harus menggunakan akal sehat dalam menentukan pilihannya. Hal tersebut disampaikan Divisi Sosialisasi, pendidikan pemilih, pemantauan dan hubungan antar lembaga KPU Kabupaten Demak, Hastin Atas Asih, SE saat menjadi narasumber dalam acara  Sosialisasi Pemilu 2014 yang diselenggarakan Mahasiswa KKN Fakultas Agama Islam UNISFAT Demak, di Desa Gedangalas, hari ini. Sebagai nara sumber lainnya adalah Ketua Panwaslu Kabupaten Demak, Khairul Salih, S.Sos, MH. Acara dihadiri anggota PKK desa setempat, IPNU, serta tokoh masyarakat.

Hastin mengatakan, kecerdasan pemilih dalam memilih wakilnya akan menghasilkan pemimpin yang cerdas dan berkualitas, atau pemimpin yang mengerti dan mengetahui keinginan rakyat. Karena itu, masyarakat diharapkan benar-benar jeli sebelum menentukan pilihannya.  “Jangan terbuai dengan apa yang diberi mereka saat ini (money politic), tetapi berpikirlah apa yang akan diberikan mereka untuk masa depan negara/ daerah kita ke depan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut hastin juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pemilu. Karena, pemilu tidak hanya tanggungjawab penyelenggara pemilu namun tanggung jawab seluruh Warga Negara Indonesia. Sukses tidaknya pemilu juga akan berpengaruh terhadap masa depan Bangsa.

Sementara itu, Khaerul Salih menyampaikan kejahatan politik uang hendaknya disikapi secara bijak oleh masyarakat. Sebagai upaya m enekan hal tersebut, dilakukan secara berlapis mulai dari masyarakat. “Jika seluruh masyarakat Demak sepakat untuk menentang politik uang, saya yakin kejahatan tersebut tidak akan terjadi. Karena itu, masyarakat harus paham bahwa menerima ‘sodakoh politik’ pada dasarnya tidak menguntungkan tetapi justru merugikan,” ujarnya. (*)

Selalu berusaha adil

DSCF7924

Selalu berusaha adil. Itulah sikap yang senantiasa dijunjung tinggi Mahmudi, S.Ag, M.Fil.I.Pria kelahiran Demak, 20 Juli 1973 yang saat ini menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Demak itu selalu berusaha menerapkan prinsip tersebut dalam menjalani kehidupan. Baik dalam lingkup keluarga, masyarakat maupun dalam lingkungan kerja.

Sebagai seorang leader, menurutnya sikap tersebut akan memberikan pengaruh besar terhadap keharmonis hubungan dalam suatu komunitas.  Karena, adil adalah suatu harmonisasi. Adil merupakan suatu sikap yang tidak memihak atau sama rata, tidak ada yang lebih dan
tidak ada yang kurang, tidak ada pilih kasih, tidak ada yang dianak emaskan dan tidak ada yang dianak tirikan.  Jika bisa bertindak adil, maka tidak akan ada yang merasa tersakiti. “Saya pribadi kalau mendapat perlakuan tidak adil merasa kecewa. Karena itu saya akan berusaha berlaku adil,” tuturnya.

Prinsip keadilan yang dijunjung Ayah dari Alwies dan Filo Itu, selaras dengan tanggungjawabnya sebagai Penyelenggara Pemilu. Karena dalam kode etik Penyelenggara Pemilu ada pasal yang mengatur bahwa Penyelenggara Pemilu harus bersifat  jujur, adil, transparan, akuntabel, dan responsibel.  Untuk itu, sebagai Penyelenggara Pemilu dia dituntut bersikap adil dan tidak berat sebelah terhadap peserta pemilu.

Kepatuhan terhadap kode etik tersebut tentu bukan hal sulit. Karena hal tersebut sudah melekat pada dirinya, meski belum menjabat sebagai Penyelenggara Pemilu. Suami dari Nuryatun yang pada periode sebelumnya juga menjabat sebagai Anggota KPU Kabupaten Demak itu berharap sikap yang dijunjungnya tersebut akan mampu mengantarkan kesuksesan pelaksanaan Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD yang akan dihelat 9 April 2014 mendatang dan pemilu-pemilu berikutnya. “Saya juga berharap dengan berlaku adil, kebersamaan antar rekan kerja semakin erat sehingga kinerja dapat semakin meningkat. Begitu pula saya berharap hubungan keluarga juga semakin harmonis,” jelas pria yang tidak mau poligami itu karena takut tidak bisa berlaku adil jika memiliki beberapa istri. (*)

Jumlah Pemilih Demak Menurun

Jumlah hasil perbaikan Daftar Pemilih Tetap Kabupaten Demak pada Pemilu Legislatif Tahun 2014 ditetapkan sebanyak 830.453 pemilih. Terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 413.496 orang, dan pemilih perempuan sebanyak 416.957 orang. Penetapan tersebut dilaksanakan dalam rapat pleno KPU Kabupaten Demak pada tanggal 29 Nopember 2013.

Ketua KPU Demak melalui Divisi Pemutakhiran Data Pemilih Bambang Setya Budi S.PdI menyampaikan, rekapitulasi perbaikan DPT tersebut menurun bila dibandingkan dengan total pemilih dalam penetapan DPT per 1 November 2013. Jika sebelumnya total pemilih sebanyak 831.780 pemilih, setelah dilakukan perbaikan menjadi 830.453 pemilih.

Bambang menuturkan, penurunan jumlah tersebut terjadi karena meningkatnya pemilih yang tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dikarenakan pemilih meninggal dunia sebanyak 675 pemilih, anggota TNI/Polri 9 pemilih, tidak dikenal/fiktif sebanyak 24 pemilih, pindah domisili sebanyak 390 pemilih, dan pemilih ganda sebanyak 229 pemilih. “Total pemilih dalam perbaikan DPT yang tidak memenuhi syarat sebanyak 1.327 pemilih tersebar di 14 kecamatan,” jelasnya.

Dia menambahkan, berkaitan dengan pembersihan pemilih NIK invalid dari total 3.924 pemilih sudah dapat diperbaiki sebanyak 3.859. Masih menyisakan 65 pemilih dengan NIK invalid dimana 95 persennya ada di rutan. “Sisa pemilih dengan NIK invalid yang disebabkan tidak memiliki identitas kependudukan itu sedang kita koordinasikan dengan Dindukcapil Kabupaten Demak,” jelasnya.

Proses pemeliharaan DPT, terang Bambang, akan terus berlanjut hingga jelang hajatan demokrasi berlangsung. Jika ada penambahan pemilih yang tidak masuk dalam DPT akan diakomodasi dalam Daftar Pemilih Khusus atau Daftar Pemilih Khusus Tambahan. Sedangkan pemeliharaan terkait adanya pengurangan pemilih yang disebabkan karena tidak memenuhi syarat akan dilakukan secara periodik. (*)

25 RELASI DIBEKALI

DSC00035

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Demak memberikan pembekalan kepada 25 relawan demokrasi (relasi), kemarin, di aula kantor tersebut. Dalam kegiatan itu, para relasi mendapatkan pembekalan mengenai berbagai hal tentang pemilu legislative 2014. Sebagai nara sumber adalah para Komisioner KPU Kabupaten Demak, yakni Jessy Tri Joeni S.Tr, MM, Asroni, SH M.H, Bambang Setya Budi, S.Pd.I dan Hastin Atas Asih, SE.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Pemantauan dan Hubungan Antar Lembaga, Hastin Atas Asih, SE menyampaikan, kegiatan tersebut sebagai langkah awal untuk memberikan bekal pengetahuan tentang kepemiluan serta ketrampilan berkomunikas bagi relasi. Beberapa materi yang disampaikan antara lain mengenai pemahaman tugas pokok dan fungsi relasi, lembaga penyelenggara pemilu, tahapan-tahapan pemilu dan criteria hak pilih dalam pemilu.

Dia menambahkan, pembekalan dikemas dengan metode BRIDGE (Building Resources in Democracy, Governance and Electionih dites (Membangun Sumberdaya Demokrasi, Pemerintahan dan Kepemiluan). “Dengan metode ini, kami ajak para peserta untuk lebih aktif, kita buat kelompok-diskusi, dan rol play. Harapannya, materi yang kami sampaikan dapat lebih mudah dipahami oleh para relasi,” tambahnya.

Terkait program relawan demokrasi, lanjut Hastin, merupakan gerakan social yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih. Para relasi ini ditempatkan sebagai pelopor (pioneer) demokrasi untuk beberapa komunitas, meliputi komunitas  keagamaan, perempuan, disabilitas, marginal dan pemilih pemula. (*)

Lomba Cipta Maskot Pilgub Jateng 2013

Penyelenggaraan Pemilu Gubemur dan Wakil Gubemur Jawa Tengah Tahun 2013 (Pilgub Jateng 2013) merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara demokratis dan implementasi otonomi daerah dimana masyarakat mempunyai hak untuk memilih pemimpinnya secara langsung.
Penyelenggaraan Pilgub Jateng 2013 merupakan kesempatan bagi masyarakat Provinsi Jawa Tengah yang memenuhi syarat untuk menimbang dan memilih pasangan calon Pilgub Jateng 2013 sebagai Gubemur dan Wakil Gubemur Jawa Tengah terpilih untuk masa bakti 2013-2018.
Oleh karenanya, maka masyarakat Jawa Tengah yang memenuhi syarat diajak untuk menggunakan hak pilih guna memilih pemimpm yang mampu memperhatikan kebutuhan masyarakat, memberi rasa nyaman dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Jawa Tengah ke arah yang lebih baik. Pilihan yang terbaik tersebut akan mempunyai dampak positif pada perkembangan masyarakat Jawa Tengah 5 tahun ke depan.
Sebagai konsekuensi maksud tersebut maka penyelenggaraan Pilgub Jateng 2013 disusun dan diatur dalam sebuah tahapan Pilgub Jateng 2013 mulai dati Persiapan, Pelaksanaan hingga Penyelesaian. Tahapan Pilgub Jateng 2013 wajib disosialisasikan KPU Jawa Tengah kepada masyarakat, peserta Pilgub dan pemangku kepentmgan lainnya guna keberhasilan penyelenggaraan Pilgub Jateng 2013.
Maskot Pilgub Jateng 2013 adalah suatu bentuk gambar/rupa tiga dimensi yang dipersiapkan guna membantu sosialisasi penyelenggaraan Pilgub Jateng 2013 secara massif dan meluas kepada masyarakat, peserta Pilgub dan pemangku kepentmgan lainnya, sehingga gampang dan mudah diingat masyarakat

Lomba Cipta Jingle Pilgub Jateng 2013

Penyelenggaraan Pemilu Gubemur dan Wakil GubemurJawa Tengah Tahun 2013 (Pilgub Jateng 2013) merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara demokratis dan implementasi otonomi daerah dimana masyarakat mempunyai hak untuk memilih pemimpinnya secara langsung.
Penyelenggaraan Pilgub Jateng 2013 merupakan kesempatan bagi masyarakat Provinsi J awa T engah yang memenuhi syarat untuk menimbang dan memilih pasangan calon Pilgub Jateng 2013 sebagai Gubemur dan Wakil Gubemur Jawa Tengah terpilih untuk masa bakti 2013 2018.
Oleh karenanya, maka masyarakat Jawa Tengah yang memenuhi syarat diajak untuk menggunakan hak pilih guna memilih pemimpin yang mampu memperhatikan kebutuhan masyarakat, memberi rasa nyaman dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Jawa Tengah ke arah yang lebih baik. Pilihan yang terbaik tersebut akan mempunyai dampak positif pada perkembangan masyarakat J awa T engah 5 tahun ke depan.
Sebagai konsekuensi maksud tersebut maka penyelenggaraan Pilgub Jateng 2013 disusun dan diatur dalam sebuah tahapan Pilgub J ateng 2013 mulai dari Persiapan, Pelaksanaan hingga Penyelesaian. Tahapan Pilgub Jateng 2013 wajib disosialisasikan KPU Jawa Tengah kepada masyarakat, peserta Pilgub dan pemangku kepentingan lainnya guna keberhasilan
penyelenggaraan Pilgu b J ateng 2013.
Jingle Pilgub Jateng 2013 adalah nada pendek yang digunakan dan persiapkan guna membantu sosialisasi penyelenggaraan Pilgu b J at eng 2013 secara massif dan meluas kepada masyarakat, peserta Pilgub dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga gampang dan mudah diingat masyarakat.
Dengan jingle tersebut, masyarakat berharap Penyelenggaraan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2013 akan muncul sosok pemimpin Jawa Tengah yang Kredibel dan Berkualitas. Sehingga jingle tersebut menjadi bahan sosialisasi yang sangat efektif dan diterima seluruh masyarakat J awa T engah.

Penandatanganan Pakta Integritas KPU Kabupaten Demak

KPU Demak – Jumat, 13 Juli 2012 Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Demak melaksanakan penandatangan Pakta Integritas bagi Komisioner dan sekretariat disaksikan oleh Ketua MUI Kab Demak dan LSM Masyarakat Peduli Bangsa Kabupaten Demak. (Dafidh)