Pemilih cerdas, adalah mereka yang tidak terpengaruh dengan iming-iming apa pun untuk menentukan suatu pilihan. Untuk menjadi pemilih cerdas, harus menggunakan akal sehat dalam menentukan pilihannya. Hal tersebut disampaikan Divisi Sosialisasi, pendidikan pemilih, pemantauan dan hubungan antar lembaga KPU Kabupaten Demak, Hastin Atas Asih, SE saat menjadi narasumber dalam acara  Sosialisasi Pemilu 2014 yang diselenggarakan Mahasiswa KKN Fakultas Agama Islam UNISFAT Demak, di Desa Gedangalas, hari ini. Sebagai nara sumber lainnya adalah Ketua Panwaslu Kabupaten Demak, Khairul Salih, S.Sos, MH. Acara dihadiri anggota PKK desa setempat, IPNU, serta tokoh masyarakat.

Hastin mengatakan, kecerdasan pemilih dalam memilih wakilnya akan menghasilkan pemimpin yang cerdas dan berkualitas, atau pemimpin yang mengerti dan mengetahui keinginan rakyat. Karena itu, masyarakat diharapkan benar-benar jeli sebelum menentukan pilihannya.  “Jangan terbuai dengan apa yang diberi mereka saat ini (money politic), tetapi berpikirlah apa yang akan diberikan mereka untuk masa depan negara/ daerah kita ke depan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut hastin juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pemilu. Karena, pemilu tidak hanya tanggungjawab penyelenggara pemilu namun tanggung jawab seluruh Warga Negara Indonesia. Sukses tidaknya pemilu juga akan berpengaruh terhadap masa depan Bangsa.

Sementara itu, Khaerul Salih menyampaikan kejahatan politik uang hendaknya disikapi secara bijak oleh masyarakat. Sebagai upaya m enekan hal tersebut, dilakukan secara berlapis mulai dari masyarakat. “Jika seluruh masyarakat Demak sepakat untuk menentang politik uang, saya yakin kejahatan tersebut tidak akan terjadi. Karena itu, masyarakat harus paham bahwa menerima ‘sodakoh politik’ pada dasarnya tidak menguntungkan tetapi justru merugikan,” ujarnya. (*)

Leave a Comment