Machmud: Konflik Internal Desa Pengaruhi Pembentukan PPS

SISA-SISA konflik internal desa sebagai buntut dari penyelenggaraan pemilihan kepala desa (pilkades) sangat mempengaruhi pembentukan/penugasan petugas PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan saksi partai politik (parpol) di TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tidak kapabel adalah merupakan ‘catatan kecil’ terjadinya potensi konflik pada penyelenggaraan Pemilu 2009 di Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah.

Demikian dikemukakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak, Machmud Suwandi, S.Ag, M.H dalam pengantar makalahnya berjudul “Hasil Pemilu 2009; Memperkuat Integritas Dan Profesionalisme Menuju Terwujudnya Demokrasi Yang Berkualitas” pada acara diseminasi Hasil Pemilu 2009 Kabupaten Demak Provinsi Jawa Tengah, di pendopo kabupaten setempat, Rabu (5/5).

Catatan kecil lainnya yang berpotensi konflik pada penyelenggaraan Pemilu 2009 di Kabupaten Demak, adalah; persaingan terbuka antarcaleg baik inter maupun antarparpol, parpol cenderung kurang bisa mengendalikan calegnya, budaya pemberian ‘uang saku’ secara terbuka, serta penghitungan surat suara yang memakan waktu lama dan melelahkan.

Sementara bayangan partisipasi pemilih yang rendah, dan cara penandaan surat suara yang dikhawatirkan sangat mempengaruhi keabsahan surat suara, ternyata tidak terbukti dalam penyelenggaraan Pemilu 2009 di Kabupaten Demak, baik pada Pemilu Lefislatif tanggal 9 April maupun Pemilu Presiden-Wakil Presiden pada tanggal 8 Juli 2009 lalu.

Dipaparkan oleh Machmud, bahwa Pemilu Legislatif 2009 di Kabupaten Demak diikuti 33 parpol, dengan mengusung 449 orang caleg, 334 orang di antaranya caleg laki-laki dan 115 orang caleg perempuan. Dari 33 parpol yang ‘bertarung’ tersebut, 12 parpol berhasil mendapatkan 50 kursi DPRD Kabupaten Demak yang tersedia, yaitu; PKB memperoleh 10 kursi, PDIP (8 kursi), Golkar (6 kursi), Demokrat (6 kursi), PPP (5 kursi), PKS (5 kursi), Gerindra (3 kursi), PDP (2 kursi), PAN (2 kursi), PKPB, Hanura dan PKNU masing-masing 1 (satu) kursi.

Sedangkan partisipasi pemilih pada Pemilu Legislatif 2009, tercatat sebanyak 571.998 pemilih atau sebesar 73% dari jumlah DPT sebanyak 787.246 pemilih, dan partisipasi pemilih pada Pemilu Presiden-Wakil Presiden 2009 tercatat sebanyak 555.706 pemilih atau sebesar 70% dari jumlah DPT sebanyak 795.653 pemilih. (mac)

Mungkin Anda juga menyukai