Oleh:
Machmud Suwandi, S.Ag, MH
Komisioner KPU Kabupaten Demak

DALAM Kamus Besar Bahasa Indonesia, suara artinya; bunyi yang dikeluarkan dari mulut manusia (seperti pada waktu bercakap-cakap, menyanyi, tertawa, dan menangis); bunyi binatang, alat perkakas, dan sebagainya. Suara juga berarti; ucapan (perkataan); bunyi bahasa (bunyi ujar), dan atau sesuatu yang dianggap sebagai perkataan (untuk melahirkan pikiran, perasaan, dan sebagainya); pendapat; pernyataan (setuju atau tidak); atau dukungan (dalam pemilihan). Tidak sah (lawan kata sah) artinya; tidak dilakukan menurut hukum (undang-undang, peraturan) yang berlaku; batal (tentang agama); tidak berlaku: tidak diakui kebenarannya; tidak boleh dipercaya: diragukan (disangsikan); tidak benar; tidak asli; tidak autentik; tidak nyata dan tidak tentu: tidak pasti.

Suara tidak sah berarti; pendapat, pernyataan atau dukungan dalam pemilihan yang tidak dilakukan menurut hukum yang berlaku, atau dukungan dalam suatu pemilihan yang tidak berlaku. Yang dimaksud suara tidak sah dalam tulisan ini adalah dukungan yang tidak berlaku dalam penyelenggaraan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota, serta dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2009 lalu. Lebih khusus lagi, yang dimaksud suara tidak sah dalam tulisan tersebut adalah surat suara yang dinyatakan tidak sah dalam Pemilu 2009 tersebut.

Surat suara yang dikategorikan sebagai surat suara tidak sah dalam pelaksanaan Pemilu Tahun 2009, ialah: surat suara yang tidak ditandatangani oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS); penandaan pilihan di luar kolom nomor/nama partai, dan atau nomor/nama calon; penandaan pilihan dengan tanda selain yang telah diatur komisi pemilihan umum (KPU); penandaan pilihan dengan alat selain yang dipergunakan dalam pemilu legislatif/presiden; penandaan pilihan lebih dari satu tanda pilihan; penandaan pilihan lebih dari satu partai/calon pilihan; memberi tambahan gambar, coretan, grafir, kode, tulisan, dan atau tanda khusus pada surat suara, baik menggunakan alat yang disediakan maupun menempelkan gambar atau foto dari guntingan koran/majalah.

Terjadinya surat suara tidak sah dalam pelaksanaan Pemilu Tahun 2009, antara lain disebabkan oleh; ketidaktahuan pemilih dalam pemberian suara yang benar yaitu dalam menandai pada surat suara secara tidak benar akibat kurangnya sosialisasi tata cara penandaan atau tidak mendapatkan informasi yang lengkap tentang penandaan yang benar, dan atau terkendala oleh sempitnya kolom penandaan pada surat suara.

Dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) mendatang, hendaknya Komisi Pemilihan Umum selaku penyelenggara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Demak 2011 bekerja keras melakukan sosialisasi secara maksimal dengan meningkatkan volume sosialisasi dan memperbanyak frekuensi sosialisasi pertemuan dengan calon pemilih di perbagai tempat dan sasaran.

Demikian pula, untuk menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan dalam memilih pemimpin yang amanah tersebut nanti, hendaknya masyarakat juga aktif mengikuti tahapan penyelenggaraan pilbup dengan seksama. Ikut mengawasi jalannya regulasi dan tahapan, serta ikut aktif mencermati daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih yang sering jadi masalah dalam tiap penyelenggaraan pemilu selama ini. (Machmud Suwandi)