MESKIPUN belum mulai melaksanakan tahapan pemilu Bupati dan Wakil Bupati Demak 2011, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak telah melakukan efesiensi dan penghematan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Demikian dikemukakan Ketua KPU Kabupaten Demak Machmud Suwandi, S.Ag, MH, kepada para wartawan media cetak dan elektronik di ruang kerjanya, Senin (28/6).

Penghematan anggaran sebesar tersebut dilakukan dengan cara mengurangi jumlah TPS dan petugas KPPS dari penyelenggaraan pemilu legislatif 2009 lalu, masing-masing sebanyak 889 TPS dan 12.313 petugas KPPS sehingga pada penyelenggaraan pemilihan umum Bupati-Wakil Bupati Demak Tahun 2011 jumlah TPS se-kabupaten hanya 1.706 buah dan petugas KPPS hanya 11.942 orang.

“Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk/pemilih pada pemilu Bupati-Wakil Bupati Demak tahun 2011 ini, logikanya jumlah TPS dan petugas KPPS juga bertambah atau minimal sama dengan jumlah TPS dan petugas KPPS pada penyelenggaraan pemilu legislatif tahun 2009 lalu. Tetapi mengingat berbagai pertimbangan, di antaranya juga karena PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan kemampuan pemerintah (Kabupaten Demak-red) masih rendah dibanding kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, kami melakukan efisiensi dan pengiritan anggaran secara maksimal tanpa menabrak atau melanggar aturan yang ada”, tutur Machmud.

Efisiensi dan penghematan anggaran tersebut, lanjut Machmud,  dilakukan dengan cara memaksimalkan jumlah pemilih dalam TPS, sehingga mengakibatkan berkurangnya jumlah TPS dalam satu desa dan petugas KPPS, berikut logistik dan honorarium yang menyertainya.

Sebagaimana direncanakan, pemilu Bupati-Wakil Bupati Demak tahun 2011 diwacanakan diselenggarakan pada hari Ahad/Minggu Pon tanggal 6 Maret, dengan estimasi anggaran sebesar Rp 20 miliar untuk dua putaran atau Rp 13,6 miliar untuk satu putaran. Besaran anggaran tersebut digunakan untuk membayar honoraium dan lembur para penyelenggara (PPK, PPS, PPDP dan KPPS) dan untuk belanja/pengadaan barang/jasa (pencetakan surat suara, buku panduan penyelenggaraan pemilu Bupati-Wakil Bupati Demak tahun 2011, pengadaan formulir, penyiapan TPS, pengiriman/pengangkutan logistic, dll).

Efektif & efesien

Selain berharap pemilu Bupati-Wakil Bupati Demak berlangsung satu putaran sehingga anggaran penyelenggaraan untuk putaran kedua sebesar Rp 6,5 miliar tidak jadi digunakan dan dapat dikembalikan ke pemerintah, KPU juga menerapkan prinsip efiensi anggaran pada tahapan pelaksanaannya.

“Prinsipnya, dalam pengadaan barang/jasa keperluan pemilukada ini kami akan menggunakan atau memilih tarif yang termurah. Termasuk mengurangi frekuensi pemasangan iklan di media massa. Dalam menyosialisasikan kegiatan pemilu Bupati-Wakil Bupati Demak ini, kami akan mencari solusi yang paling efektif dan efesien di masyarakat”, jelasnya. (mac)

Leave a Comment