PENYELESAIAN berbagai krisis dan persoalan di daerah membutuhkan adanya suatu pemerintahan yang memperoleh legitimasi rakyat, dipercaya dan berwibawa untuk bisa mengatasinya, sedangkan untuk memperoleh pemerintahan yang demikian itu, tak bisa lain harus melalui Pemilu, baik untuk memilih anggota parlemen, DPD, presiden maupun kepala daerah.

Namun Pemilu dalam level apapun, khususnya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) baru dapat membuahkan hasil yang diterima rakyat, jika pemilu itu betul-betul dilaksanakan dengan prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia (LUBER) serta jujur dan adil (JURDIL). Untuk memenuhi prinsip itu, penyelenggara Pemilukada tentu perlu di pantau oleh segenap elemen masyarakat.

Bila berkaca pada penyelenggaraan Pemilukada tahun 2010 sebanyak 244 Provinsi dan Kabupaten yang menyelenggara Pemilukada dan di Jawa Tengah sebanyak 17 Kabupaten/Kota, ada beberapa catatan tentang sepinya Pemantau Pemilukada.

Berkenaan dengan proses penyelenggaraan Pemilukada Demak yang LUBER dan JURDIL, menanti peran serta organisasi pemantau dalam negeri, lembaga pendidikan tinggi, lembaga riset atau institusi akademik dari dalam negari untuk menjadi Pemantau dalam penyelenggaraan Pemilukada Demak tahun 2011.

Pertama, persyaratan bersifat independen dan harus mempunyai sumber dana yang jelas serta harus mendapatkan akreditasi dari KPU Kabupaten. Kedua, pemantau Pemilu harus mempunyai tujuan sesuai dengan asas Pemilu yang demokratik. Ketiga, pemantau dari LSM harus mempunyai ketrampilan dan pengalaman dalam bidang pemantau dan memperoleh visa sebagai pemantau. Keempat, pemantau berkewajiban mentaati dan mematuhi segala perundang-undangan yang telah ditetapkan.

Adapun kode etik yang harus diperhatikan pemantau Pemilukada dalam melaksanakan pemantauan adalah (1) non partisan dan netral, (2) tanpa kekerasan (non violence), (3) menghormati peraturan perundang-undangan, (4) kesukarelaan, (5) integritas, (6) kejujusan, (7) obyektif, (8) Kooperatif, (9) transparan, (10) kerahasiaan, (11) kemandirian, (12) komprehensif dan relevan.

One Thought to “MENANTI PERAN PEMANTAU PEMILUKADA DEMAK 2011”

  1. mukhlis

    pertama, syaratnya begitu susah, kedua pemantu biasanya ada tujuan tertentu, ketiga,pemantau tidak punya ketrampilan dlm bidang pemantauan, keempat susah mentaati aturan dan perundang-undangan yg berlaku karena sistem Pemilukada sarat dg penyimpangan………..dan tak pernah di tindak lanjuti…..

Leave a Comment