Komisi Pemilihan Umum Adakan Konsolidasi Regional Gelombang II

Komisi Pemilihan Umum Adakan Konsolidasi Regional Gelombang II

KPU. Konsolidasi Regional Gelombang II merupakan Forum evaluasi Program Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemilu Tahun 2019 dan untuk menyusun strategi mencapai target partisipasi masyarakat serta mencegah hoaks dalam pelaksanaan Pemilihan 2020. Selain itu Konsolidasi ini dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada KPU di semua satker karena mampu melalui targer partisipasi pemilih dalam Pemilu tahun 2019 yang ditetapkan oleh KPU RI yaitu 81,83 %, naik 10,62% dari Pilpres tahun  2014 dan meningkat 6.82% dari Pemilu Legislatif tahun 2014.

Pada pembukaan Konsolidasi Regional tersebut Ketua KPU RI yaitu Arief Budiaman memberikan sambutan bahwa Pemilu tahun 2019 merupakan the biggest day election in the world karena 5 jenis pemilihan dilaksanakan secara bersamaan dalam satu waktu.

Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia hari ini dijadikan rujukan dunia dalam mempelajari Demokrasi. Kesuksesannya Indonesia dalam menyelenggarakan Pemilu serentak 2019 mengukir sejarah baru di dunia Demokrasi sehingga banyak negara yang mengapresiasi dan tertarik untuk mempelajarinya. Menurut Beliau ada 3 hal yang harus dipertahankan dalam pemilu selanjutnya yaitu terus meningkatkan prestasi dengan bekerja transparan, Up to date dan cepat sehingga masyarakat bisa mengawasi, mengerti, memahami dan mengakses setiap informasi tahapan pemilu.

Selain prestasi yang gemilang, penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 juga tidak terlepas dari kekurangan. Misalnya, Aplikasi Situng dan Sidalih yang berjalan lambat. Hal ini menjadi oto kritik buat penyelenggara untuk menambah performa atau meningkatkan kualitas aplikasi tersebut di Pemilu atau Pemilihan mendatang.

Siti Ulfaati, Anggota Komisioner KPU Kabupaten Demak yang juga salah satu peserta konsolidasi regional Gelombang II, mengatakan bahwa pentingnya diadakan konsolidasi ini disamping sebagai forum evaluasi juga sebagai upaya penguatan kapasitas kelembagaan penyelenggara pemilu. Untuk itu penguatan kemandirian dan independensi penyelenggara pemilu merupakan kunci utama penguatan KPU dan jajarannya. Ini terlihat dari partisipasi Pemilih dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Demak yang mencapai angka 82,44% untuk PPWP, 81,88% untuk DPR RI, 82,42% untuk DPD, 82,38% untuk DPR Provinsi dan 82,11% untuk DPR Kabupaten. Angka tersebut melampui tarjet yang ditetapkan KPU RI yaitu 77,5%. Keberhasilan ini akan menjadi pemacu dan cambuk untuk bekerja lebih ektra mengingat hajat Pilkada sudah ada didepan mata. Pilihannya mempertahankan atau meningkatkan.

Konsolidasi yang dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara ini berlangsung pada tanggal 12 – 14 September 2019. Acara tersebut dihadiri oleh Anggota KPU RI yaitu Arief Budiman selaku Ketua, Evi Novida Ginting Manik, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, Viryan Aziz dan Pramono Ubaid Tanthowi, anggota Bawaslu RI yaitu Mochammad Afifuddin, Ketua DKPP RI Harjono, Ketua komisi II DPR RI Zainuddin Amali Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Steven Kandouw, Wakil Walikota Manado, Forkopimda, 10 Anggota KPU Provinsi dan 178 KPU Kabupaten/ Kota divisi sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.