FGD KPU, Hoax mengancam Perpecahan dan Demokrasi Bangsa

FGD KPU, Hoax mengancam Perpecahan dan Demokrasi Bangsa

KPUDEMAK. Komisi pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Progam Studi Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mengadakan Fokus Group Discussion Riset Kepemiluan dengan tema Serangan Hoax terhadap KPU di Jawa Tengah pada Pemilu serentak tahun 2019, di ruang A1 Kampus 3 FISIP UIN Walisongo semarang. 30/08/2019.

 

Anggota KPU Jawa Tengah, Diana Ariyanti mengatakan Hoax dan Hate Speech itu seperti Narkoba. ada yang memproduksi dan sekaligus mendistribusi, korbannya sulit disadarkan padahal ini merusak mental, mengancam perpecahan dan Demokrasi bangsa Indonesia.

 

Informasi yang tidak benar atau hoax biasanya digunakan untuk menghancurkan kesatuan, sebagai salah satu contoh dalam pemilu serentak tahun 2019 kemarin berita hoax sangatlah masif disebarkan untuk memfitnah lawan calon pasangan, tak kerkecuali penyelenggara pemilu juga terkena dampak dari penyebaran berita hoax tersebut. Ucap Diana yang sekaligus salah satu narasumber FGD.

 

Berita hoax dewasa ini banyak sekali penyebarannya dengan memanfaatkan atau menyalahgunakan media sosial, seperti facebook, twiter, Instragam dan Aplikasi catting lainnya. Tentunya Berita hoax yang dibuat dan disebarkan dapat mengancam demokrasi bangsa, karena demokrasi yang dilandasi dengan berita hoax dan kebohongan akan mangakibatkan perpecahan dan kehancuran bangsa.

 

Senada dengan pemateri, Siti Ulfaati Anggota KPU Kabupaten Demak dan juga peserta FGD menambahkan, sebagai penyelenggara pemilu serentak tahun 2019, banyak sekali tantangan yang harus diselesaiakan untuk dapat kembali mempersatukan perpecahan-perpecahan bangsa. Tentunya kita harus memahami permasalahan secara utuh dan sekaligus menemukan solusi terhadap permasalah tersebut.

 

Ulfa mengakui bahwa hoax adalah salah satu penyebab utama perpecahan dan kerawanan sosial, dan bahkan akan menghancurkan Demokrasi di Indonesia. karena itu ulfa mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah untuk mau meluangkan waktunya minimal satu dua jam perhari untuk membaca dari pada menghabiskan waktu 2 detik untuk menekan tombol share di media sosial.