KPU DEMAK RESMI MELANTIK 747 ANGGOTA PPS

KPUDemak,  Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Demak resmi melantik 747 Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Demak Tahun 2020 pada hari Minggu, 22 Maret 2020 di aula 14 Kecamatan se-Kabupaten Demak.

Pengambilan sumpah janji/pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan masing-masing. Hal ini sesuai dengan Surat edaran Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor: 259/PP.04.2-SD/01/KPU/III/2020 bahwa KPU Kabupaten/Kota dapat melimpahkan wewenang pelaksanaan pelantikan dan Bimtek PPS kepada Ketua PPK dengan memperhatikan kondisi dan situasi daerah setempat yang meliputi jumlah kecamatan, kondisi geografis yang berat, ketersediaan sarana transportasi yang tidak regular dan daerah kepulauan serta kondisi khusus lainnya yang mengakibatkan kabupaten/kota tidak dapat melaksanakan pelantikan secara langsung.

Siti Ulfaati selaku divisi SDM KPU Kabupaten Demak menyampaikan bahwa Pengambilan sumpah janji Calon Anggota PPS tetap dilakukan selama dalam pelaksanaannya mentaati Surat Edaran KPU RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang Panduan Tindak Lanjut Pencegahan Penularan Corona Virus Desies 19 (Covid-19) di lingkungan KPU, KPU Provinsi/ Komisi Independen Pemilu Aceh dan KPU/ Komisi Independen Pemilu Kabupaten/Kota, Surat Edaran Bupati Demak Nomor 440.1/5 Tahun 2020 Tentang Pencegahan dan penanganan CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) di Kabupaten Demak dan Surat Edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Demak Nomor 003.1/0662/2020 Tentang Pembatalan Rngkaian  Kegiatan Hari Jadi Ke-517 Kabupaten Demak Tahun 2020 poin 2 bahwa segala kegiatan pengumpulan massa yang melibatkan 30 (tiga puluh) orang “Tidak Diperbolehkan”.

“Sebelumnya Ketua PPK kita undang dalam rangka rapat persiapan pelantikan PPS Pilbup Demak 2020. Pengambilan sumpah janji bisa tetap dilakukan pada tanggal 22 Maret 2020 selama PPK mematuhi protokoler terkait pencegahan COVID-19 misalnya menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, menyemprot ruangan dengan desinfektan dan memakai masker bagi peserta yang sakit batuk, flu ataupun pilek”. Tegas Ulfa

“Kami juga membagi pelantikan Anggota PPS ke dalam 3 sesi. Sesi ke-1 pukul 09.00-10.00, sesi ke-2 pukul 11.00-12.00 dan sesi ke-3 pukul 13.00-14.00 dengan masing-masing peserta tidak lebih dari 30 (tiga puluh) orang, meniadakan jabat tangan dan Bimtek. Hal ini adalah sebagai upaya mencegah COVID-19”. Imbuh Ulfa

Terkait SE KPU RI nomor 8 tahun 2020 tentang pelaksanaan Keputusan KPU RI nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/ atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19, Ulfa menyampaikan bahwa sekalipun PPS sudah resmi dilantik, akan tetapi untuk masa kerja PPS akan diatur kemudian.

“PPS memang sudah kami lantik dan di dalam SK PPS tertulis masa kerja PPS 8 (delapan) bulan dan keputusan mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, akan tetapi karena adanya SE 8, maka masa kerja PPS ditunda sampai ada keputusan dari KPU RI yang terbaru lagi”. Kata Ulfa

Mungkin Anda juga menyukai