Profil KPU Demak

GERAKAN reformasi tahun 1998 berhasil melengserkan Soeharto dari jabatan presiden. Kemudian para reformis menghendaki segera digelarnya pemilihan umum (pemilu) yang diselenggarakan oleh lembaga independen, bukan oleh pemerintah seperti yang dilakukan Orde Baru selama enam kali berturut-turut.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 1999, Baharuddin Jusuf Habibie selaku Presiden Republik Indonesia melantik secara resmi anggota Lembaga Pemilihan Umum (LPU) yang diketuai Rudini. Inilah lembaga penyelenggara pemilu pertama dalam sejarah perpolitikan Indonesia. Lembaga ini menyelenggarakan pemilu pada tahun 1999.

Anggota lembaga penyelenggara pemilu pertama ini berjumlah 53 orang, terdiri dari unsur partai politik dan unsur pemerintah. Secara konseptual, posisi LPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu cukup legitimate, karena keberadaanya diatur dalam pasal 22E Undang-Undang Dasar 1945.

Pasca pemilu 1999, lembaga LPU mengalami perubahan. Namanya berganti Komisi Pemilihan Umum (KPU). Komposisinya tidak lagi dari unsur partai politik peserta pemilu, tetapi dari unsur akademisi, praktisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Undang-undang mengamanatkan, partai politik tidak boleh terlibat sebagai salah satu unsur lembaga penyelenggara pemilu yang idependen.

Pada tahun 2001, Presiden BJ Habibie menandatangani Keppres Nomor 10 Tahun 2001. Jumlah anggota KPU hanya 11 orang. Mereka adalah Prof. Dr. Nazaruddin Sjamsuddin, M.A. (ketua); Prof. Ramlan Surbakti, M.A., Ph.D,; Drs. Mulyana W. Kusumah ; Drs. Daan Dimara, M.A., Dr. Rusadi Kantaprawira ; Imam Budidarmawan Prasodjo, M.A., Ph.D. ; Drs. Anas Urbaningrum, M.A. ; Chusnul Mar’iyah, Ph.D. ; Dr. F.X. Mudji Sutrisno, S.J. ; Dr. Hamid Awaluddin ; Dra. Valina Singka Subekti, M.Si. KPU periode 2002-2007 ini menggelar pemilu 2004, yang diikuti 24 partai politik.

Pada periode 2007-2012, jumlah anggota KPU berkurang lagi menjadi tinggal 7 orang. Mereka, adalah Prof. Dr. Abdul Hafiz Anshari A.Z, M.A. (ketua); Sri Nuryanti, S.IP., M.A.; Dra. Endang Sulastri, M.Si.; I Gusti Putu Artha, S.T., M.Si.; Dra. Andi Nurpati, M.Pd.; H. Abdul Aziz, M.A.; dan Prof. Syamsul Bahri. Mereka dilantik dengan dasar Keppres Nomor 101/P/2007. Khusus Syamsul Bahri pelantikannya sempat tertunda menunggu kasus hukum yang membelit akademisi dari Universitas Brawijaya Malang ini tuntas. KPU periode ini menyelenggarakan Pemilu 2009, dengan jumlah pesertanya mencapai 44 partai politik (enam diantaranya partai politik lokal di Aceh Nangru Darussalam).

Pada periode 2012-2017, jumlah anggota KPU berjumlah 7 orang. Terdiri dari Husni Kamil Manik, S.P. (ketua), Idha Budhiati, S.H., M.H, Arief Budiman, S.S., S.IP., M.BA., Dr. Ferry Kurnia Rizkiansyah, S.Ip., M.Si., Drs. Hadar Nafis Gumay, Juri Ardiantono, M.Si, Ph.D, dan Sigit Pamungkas, S.IP, MA sebagai anggota.

Pada tanggal 7 Juli 2017, Ketua KPU tutup usia dikarenakan sakit. Kemudian mendasar pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 87 Tahun 2016 Hasyim Asy’ari, SH, M.Si, Ph.D dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai Komisioner KPU dalam sisa masa jabatan 2012-2017.

Adapun anggota KPU Provinsi Jawa Tengah periode 2003-2008, jumlah anggotanya ada 5 orang. Mereka itu adalah Dra. Fitriyah, M.A. (ketua); Dr. Ari Pradhanawati, M.S.; Slamet Sudjono, S.H., M.H.; Hasyim Asy’ari, S.H., M.H.; dan Ida Budhiati, S.H.

Sedangkan periode 2008-2013 juga sebanyak 5 orang anggota, masing-masing; Ida Budhiati, S.H., M.H. (ketua); M. Fajar Subhi A.K. Arif, S.H., M.H.; Siti Malikhatun Badriyah, S.H., M.Hum,; Drs. Andreas Pandiangan, M.Si.; dan Nuswantoro Dwiwarno, S.H., M.H.

Untuk periode 2013-2018, anggota KPU Provinsi Jawa Tengah sebanyak 5 orang, terdiri dari Drs. Joko Purnomo (ketua), Ikhwanudin, S.Ag (anggota), Diana Aryanti, S.P., (anggota) Mohammad Hakim Djunaedi, S.Ag, M.H., (angggota) Wahyu Setyawan, S.Sos, M.Si, (anggota).

Pembentukan KPU Kabupaten Demak periode 2003-2008 dilakukan oleh Tim Seleksi yang personilnya ditunjuk oleh Bupati Demak secara langsung. Lima orang anggota KPU Kabupaten Demak masa bakti 2003-2008 tersebut, terdiri 5 orang yaitu; Ratno Adji, S.H., Sp.N, (ketua, berlatar belakang notaris); Debby Rizani, S.T. (PNPM/dosen); Jeni Fariadhie, S.T. (swastawan); Hardi Winoto, S.E. (dosen); dan Hj. Gerilyawati S. (pengusaha); serta sekretaris KPU, Bambang Soesetiarto, S.IP (mantan camat). Pada pemilu ini diikuti 24 partai politik

Pembentukan KPU Kabupaten Demak masa bakti 2008-2013 sekarang ini, dilakukan oleh Tim Seleksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu. Mereka terdiri 5 orang, satu orang atas penunjukan Bupati Demak, dua orang atas rekomendasi DPRD, dan dua orang lainnya dari akademisi.

Seleksi pertama meliputi administrasi dan tes tertulis. Selanjutnya, 20 orang yang lolos seleksi pertama menjalani seleksi kedua berupa psychotes dan wawancara dan kerjasama kelompok. Sepuluh orang yang lolos seleksi kedua, meneruskan perjalanannya untuk mengikuti seleksi tahap akhir, langsung dilakukan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah.

Kelima orang anggota KPU Kabupaten Demak periode 2008-2013 adalah Machmud Suwandi, S.Ag. (ketua, dengan latar belakang guru/ jurnalis); Mahmudi, S.Ag., M.Fil.I. (anggota Panwaskab Pilgub dan kepala MTs); Ngaijan, S.E. (anggota PPK/dosen); Jessi Tri Joeni, S.Tr. (anggota Panwascam/dosen); dan Fauzan Nugroho, S.Pd. (anggota PPK/guru MA); serta Murtiningsih, S.Sos. (sekretaris KPU pada pilgub).

Namun sebulan berikutnya, Fauzan Nugroho mengundurkan diri. Karena regulasi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden sangat padat, kekosongan anggota komisioner ini ‘dibiarkan’ tidak terisi. Baru setelah situasi dinyatakan ‘aman’, kekurangan anggota KPU Kabupaten Demak itu pun dipenuhi oleh KPU Provinsi Jateng dengan melantik Mohamad Asroni, S.H., peserta seleksi rangkeng 6 pada pertengahan Februari 2010. Pada masa bakti ini, Pemilu Legislatif 2009 diikuti 44 partai politik, dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden diikuti tiga pasang calon.

Pada periode 2013-2018, keanggotaaan KPU Kabupaten Demak berjumlah 5 orang, terdiri dari Mahmudi, S.Ag, M.Fil.I, (ketua, anggota KPU Demak periode 2008-2013), Moh. Asroni, SH.MH (anggota, Anggota  KPU Demak periode 2008-2013), Jessi Tri Joeni, S.Tr, MM, (anggota, Anggota KPU Demak periode 2008-2013, Bambang Setya Budi, S.Pdi, (anggota, Konsultan Fasilitator PNPM), Sariful Imaduddin (aktivis).

Namun belum ada satu bulan pasca pelantikan, Sariful Imaduddin mengundurkan diri. Kekurangan anggota KPU Demak kemudian diisi dengan dilantiknya Hastin Atas Asih, SE (staf Bagian Humas Setda Demak/penyiar dan reporter radio) pada 29 November 2013.

Kelima anggota KPU Kabupaten Demak periode 2008-2013 ini bertekad meningkatkan kesadraan rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu demi terwujudnya cita-cita masyarakat yang demokratis.