-> Div. SDM dan Partisipasi Masyarakat

jadi - Copy

Dulu Ia sering malang melintang menjadi Master of Ceremony berbagai kegiatan baik di Demak maupun luar wilayah Kota Wali. Dia juga sebagai konseptor sambutan bupati, penyiar radio, pemandu talkshow, presenter, juga reporter.  Pengetahuan di bidang kepemiluan yang dia dapatkan secara tidak langsung dari berbagai kegiatan yang ditekuni itu, menggerakkan hatinya untuk terjun langsung di bidang kepemiluan sebagai Anggota KPU Kabupaten Demak.

Ya, Hastin atas Asih, SE adalah nama Anggota KPU Demak periode 2013-2018 itu. Wanita kelahiran Demak 12 Nopember 1979 ini satu-satunya komisioner perempuan dari lima komisioner di KPU Kabupaten Demak. Dia mengampu Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

“Ketertarikan saya menjadi penyelenggara pemilu muncul ketika saya seringkali didaulat mengampu talkshow sosialisasi pemilu di radio. Begitu pula ketika saya menulis berita, konsep sambutan bupati serta artikel terkait penyelenggaraan pemilu,” tuturnya.

Menjadi Anggota KPU, dia bertekad ingin mengabdi kepada bangsa dan negara membangun demokrasi yang lebih berkualitas. Keanggotaannya di KPU Demak juga diharapkan dapat mendorong perempuan-perempuan lain untuk aktif di berbagai bidang. “Negara memberikan keleluasaan bagi perempuan untuk berkiprah dalam bidang apapun. Sayang kalau kesempatan ini disia-siakan,”ujarnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Bunda dari Parisya Lituhayu Javas dan Gelis Radha Janitra ini tetap tak melupakan tanggungjawabnya sebagai ibu rumah tangga. Tugas rumah mulai mendidik anak, memasak, bersih rumah, dsb semua dikerjakan.  Jadi, meski berkarier tanggungjawab rumah tak ada yang dilalaikan. “Alhamdulillah suami sangat mendukung. Jadi, tugas rumah dapat terselesaikan dengan baik, karena kami bagi tugas. Suami juga terus mendorong agar saya maksimal dan memberikan yang terbaik dalam mengemban amanah sebagai Anggota KPU Kabupaten Demak,” katanya.

Wanita yang sempat menjadi Kontributor Jateng Newsroom ini menyampaikan, sebagai Ketua Divisi Sosialisasi, peningkatan partisipasi pemilih dalam penyelenggaraan pemilu adalah hal yang senantiasa menjadi tantangan. Begitu pula upaya menyadarkan masyarakat untuk menolak money politik serta golput. Dengan tekad kuatnya, berbagai strategi dilakukan. Sosialisasi secara masif oleh penyelenggara pemilu mulai tingkat desa tak henti dilakukan setiap penyelenggaraan pemilu. Pendidikan pemilih berkelanjutan juga terus dilaksanakan. “Harapannya masyarakat paham apa itu politik, demokrasi, pemilu. Dan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan pemilu meningkat,” pungkas Finalis News Presenter Contest (SCTV Goes to Campus) ini.(*)